Rabu, 11 Mei 2011

"Smesh", Persembahan Kudus untuk Bangsa



KUDUS, KOMPAS.com--Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi yang diukir oleh para pebulutangkis Indonesia, Djarum Foundation melalui program Djarum Apresiasi Budaya meresmikan Sculpture "Super Smash" di depan GOR Bulutangkis Djarum di Desa Jati, Kudus, Jawa tengah pada Kamis (3/3) malam.

"Super Smash" merupakan sebuah monumen karya Rudi Mantovani yang terdiri dari patung seorang atlet yang sedang melakukan smash. Figur atlet tersebut berdiri di atas konstruksi bola dunia. Tinggi monumen mencapai 8 meter dari permukaan tanah dan ditempatkan di atas kolam sedalam 60 cm dengan dasar batu andesit. Terbuat berbahan perunggu tersebut dikerjakan oleh Rudi bersama timnya yang berjumlah sepuluh orang selama enam bulan.

Menurut Victor Rahmat Hartono selaku Presiden Direktur Djarum Foundation di depan wartawan di Kudus, Sculpture Super Smash merupakan cerminan kebanggaan, semangat dan cita-cita. Kebanggaan terhadap prestasi, semangat untuk terus berproses dan cita-cita besar demi kemajuan Indonesia. "Dengan adanya monumen ini,selain menjadi perwujudan kebanggan terhadap prestasi dibidang bulutangkis juga diharapkan akan mampu memberikan inspirasi kepada generasi selanjutnya untuk terus menerus berjuang dan bekerja keras dalam meraih prestasi dan berusaha turut mengharumkan nama bangsa Indonesia."

Menurut Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari, meski secara visual sculpture bertema "Super Smash", namun secara tersirat visi yang ingin disampaikan jauh lebih besar dan luas. Sebab dari pusat pelatihan bulutangkis yang diselenggarakan oleh perusahaan rokok yang berpusat di Kudus itu, telah lahir bunga-bunga bangsa yang turut mengharumkan nama republik ini ke seluruh dunia.

Acara yang dipandu oleh seniman Butet Kertarajasa itu dihadiri oleh beberapa pebulutangkis senior gemblengan PB Djarum yang pernah menjuarai beberapa event bulutangkis tingkat dunia. Sebutlah, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Sigit Budiarto, Maria Kristin.

Victor mengungkap, setelah peresmian "Super Smash", pihak Djarum juga akan membuat empat monumen lainnya yang akan menghiasi beberapa titik di kota Kudus. Monumen-monumen tersebut tentu saja mengandung spirit membangun dan diharapkan akan menjadi inspirasi bagi warga Kudus khususnya, dan para pendatang yang mengunjungi "Kota Kretek" itu.

Sumber: Kompas, Jum'at 4 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar