Rabu, 11 Mei 2011

Permahi Kudus Tolak Hypermart


KUDUS, KOMPAS.Com - Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Kabupaten Kudus, menolak pembangunan Hypermart di dekat Tugu Identitas dan Pasar Bitingan.

Mereka menilai pembangunan itu bakal mengaburkan keberadaan Tugu Identitas dan mengurangi pendapatan pedagang pasar tradisional.

Sebagai bentuk protes, Rabu (4/5), para mahasiswa mendirikan tenda keprihatinan di seberang Matahari Plaza Kudus. Mereka berencana menginap dua malam, untuk menggalang tanda tangan masyarakat.
Mereka juga menggelar aksi tutup mulut, sebagai bentuk sindiran kepada pemerintah yang tidak mengajak masyarakat berdialog tentang pengambilan kebijakan pembangunan Hypermart.

"Kami akan mengumpulkan 1.000 tanda tangan masyarakat. Sementara ini, kami telah memperoleh 130 tanda tangan pedagang Pasar Bitingan," kata Ketua DPC Permahi Kabupaten Kudus, Ahmad Fatkhul Azis.

Azis menilai, pembangunan Hypermart itu tidak tepat lantaran bakal menutupi Tugu Identias Kudus, mengurangi ruang terbuka hijau di tengah kota, dan mematikan pedagang pasar tradisonal. Untuk itu, Permahi meminta Bupati Kudus, Musthofa, mengkaji kembali kebijakan pembangunan Hypermart itu.

Pengkajian itu harus disertai dialog yang melibatkan pedagang pasar tradisional, pakar tata kota, dan perwakilan mahasiswa. Selain itu, Permahi meminta DPRD mengambil langkah-langkah strategis terhadap kebijakan yang meresahkan para pedagang kecil itu.

Permahi berkomitmen mengawal kebijakan itu hingga dikoreksi atau ditinjau kembali. "Kami tidak ingin Hypermart dibangun dengan mengorbankan ruang terbuka hijau dan para pedagang pasar tradisional," tegas Azis.

Rencananya, Hypermart tiga lantai di lokasi taman dekat Tugu Identitas Kudus dengan luas bangunan 9.000,99 meter persegi akan dibangun mulai Mei 2011. Lokasi itu berjarak sekitar 200 meter dari Pasar Bitingan.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, mengemukakan, perizinan dan kajian pembangunan Hypermart sudah lengkap, mulai dari analisis dampak lingkungan, rencana tata ruang wilayah, dan tenaga kerjanya. Dialog dengan perwakilan masyarakat, terutama desa terdekat, telah dilakukan.

"Investor juga telah berkomitmen tidak akan menghilangkan Tugu Identitas Kudus, bahkan bakal memperindah kawasan itu dan melengkapinya dengan sarana-prasarana teknologi informasi," kata Yuli.

Sumber: Kompas, Rabu 11 Mei 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar