Senin, 09 Mei 2011

Hipertensi, Jangan Biarkan Ganggu Jantung


Oleh: A Fauzi Yahya
Hipertensi bukan sekadar peninggian tekanan darah, melainkan juga faktor risiko utama gangguan fungsi berbagai organ tubuh seperti otak, ginjal, dan jantung. Semakin tinggi tekanan darah, maka risiko kerusakan organ-organ tubuh semakin melonjak.

Setiap tahun, 7 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat hipertensi. Problem kesehatan global terkait hipertensi dirasakan mencemaskan dan menyebabkan biaya kesehatan tinggi. Tahun 2000 saja hampir 1 miliar penduduk dunia menderita hipertensi. Jumlah ini diperkirakan akan melonjak menjadi 1,5 miliar pada 2025.

Dua pertiga penderita hipertensi hidup di negara miskin dan berkembang. Prevalensi hipertensi di Indonesia 31,7 persen. Artinya, hampir 1 dari 3 penduduk usia 18 tahun ke atas menderita hipertensi.

Sebagian besar penyebab hipertensi tak diketahui. Berbagai faktor terkait dengan genetik dan pola hidup, seperti aktivitas fisik yang kurang, asupan makanan asin dan kaya lemak, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol berperan dalam hal ini.

Kebanyakan penderita hipertensi tidak merasakan keluhan apa pun. Hal inilah yang membuat banyak penderita mengabaikan lonjakan tekanan darah.

Masih banyaknya masyarakat dunia yang kurang menyadari ancaman hipertensi mengundang keprihatinan Liga Hipertensi Dunia, sehingga liga menetapkan setiap 17 Mei sebagai Hari Hipertensi Sedunia. Hal itu untuk menggugah kesadaran masyarakat global akan pentingnya mencegah dan mengendalikan tekanan darah.

Tema Hari Hipertensi Sedunia tahun ini ”Know Your Number and Target Your Blood Pressure” (Kenali Tekanan Darah Anda dan Kendalikan).
 
Hipertensi

Tekanan diperlukan untuk keajekan aliran darah yang membawa oksigen, nutrisi, dan hormon ke seluruh sel tubuh. Darah yang dipompa otot jantung menghasilkan tekanan sehingga dapat mengalir menyusuri pembuluh darah tubuh yang apabila dibentangkan, panjangnya diperkirakan sama dengan 100.000 kilometer atau jarak 2,5 kali mengitari bumi.

Tekanan darah selalu disebutkan dengan dua bilangan, misalnya 120/80. Angka 120 adalah tekanan sistolik, yaitu tekanan maksimal pembuluh darah saat jantung berkontraksi. Angka 80 adalah tekanan diastolik, yaitu tekanan darah minimal seusai jantung berkontraksi. Tekanan darah diukur dengan 1 mmHg.

Saat ini konsensus para ahli hipertensi menyebutkan, tekanan darah dipandang normal jika berada pada kisaran di bawah 120/80 mmHg. Anda dianggap menderita hipertensi bila tekanan darah 140/90 mmHg ke atas.

Semakin tinggi tekanan darah, semakin tinggi risiko. Kewaspadaan akan datangnya hipertensi memicu para ahli untuk membuat klasifikasi prehipertensi, yaitu tekanan darah sistolik pada 120-139 mmHg atau tekanan darah diastolik pada nilai 80-90 mmHg.

Hipertensi berpotensi menyebabkan berbagai gangguan jantung, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga gangguan irama jantung. Hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, hampir setengah dari kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang terus meningkat dalam jangka panjang akan mengganggu fungsi endotel, sel-sel pelapis dinding dalam pembuluh darah. Disfungsi endotel mengawali proses pembentukan plak (kerak) yang dapat mempersempit pembuluh koroner, pembuluh yang menjadi jalur nutrisi dan energi bagi jantung. Akibatnya, pasokan zat esensial bagi kehidupan sel jantung terganggu. Pada keadaan tertentu, peninggian tekanan darah dapat meretakkan plak koroner, sehingga aliran darah tersumbat dan menyebabkan serangan jantung.

Penderita tekanan darah tinggi berisiko dua kali lipat menderita penyakit jantung koroner. Risiko penyakit jantung menjadi berlipat ganda apabila penderita tekanan darah tinggi juga menderita diabetes, hiperkolesterol, dan merokok.

Tidak hanya pembuluh koroner jantung yang terkena dampak hipertensi, tetapi juga otot jantung. Tekanan darah yang terus tinggi akan membebani otot bilik kiri jantung yang berfungsi sebagai pompa utama darah. Otot bilik kiri akan menebal sebagai kompensasi untuk mengatasi beban tekanan darah. Bila peninggian tekanan tak kunjung diatasi, fungsi pompa jantung akan menurun. Fungsi jantung yang lemah akibat hipertensi merupakan kondisi yang tak bisa dipulihkan. Obat-obatan hanya mampu mencegah progresivitas penurunan fungsi jantung itu.

Hipertensi juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia). Yang paling sering adalah atrial fibrillation, yaitu jenis irama jantung yang membuat serambi jantung bergetar tidak beraturan. Gangguan irama ini dapat memicu timbulnya gumpalan darah di dalam ruang-ruang jantung. Bila gumpalan darah terlepas, dapat menyumbat pembuluh darah otak dan mengakibatkan stroke.

Pencegahan-pengobatan

Pengobatan hipertensi kini dapat dilakukan lebih mudah dibanding sebelumnya. Tersedia berbagai jenis obat hipertensi sesuai beragam kondisi yang menyertai hipertensi.

Obat hipertensi yang baik tidak selalu mahal. Apalagi ada obat generik dengan harga relatif terjangkau. Karena hipertensi biasanya disertai faktor- faktor risiko lain, seperti hiperkolesterol dan diabetes, pengobatan faktor risiko penyerta penting untuk dilakukan.

Pada era mendatang, akan berkembang pengobatan hipertensi yang disebut farmakogenetik. Pada metode ini, obat- obatan yang diberikan akan disesuaikan dengan respons gen seseorang. Namun, obat tidak akan efektif bila tidak diiringi pola hidup sehat, yaitu makan rendah lemak, rendah garam, tinggi serat, berolahraga teratur, dan berhenti merokok.

A Fauzi Yahya Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RS Dr Hasan Sadikin/FK Universitas Padjadjaran dan Pengurus Pusat Perhimpunan Hipertensi Indonesia
 Sumber: Kompas, Sabtu 7 Mei 2011

Rabu, 20 April 2011

KUDUS DISERANG ULAT BULU

INFO SEPUTAR KUDUS, JUM’AT 8 APRIL 2011

Ulat bulu mulai menyerang sejumlah pohon mangga milik warga yang ada di dua desa di Kabupaten Kudus, membuat warga harus kerja keras melakukan pembasmian sebelum populasinya bertambah.

Menurut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Aris Priambudi, Jumat 7 April 2011, dua desa yang mulai diserang ulat bulu, yakni di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo dan Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. Saat ini, populasi ulat bulu yang berkembang biak di sejumlah pohon mangga milik warga mencapai puluhan ribu ekor. Bahkan, bisa jadi alan terus bertambah.

Selama ini, pohon mangga dipilih sebagai inang bagi ulat bulu, sehingga serangan yang terjadi di dua desa diawali dari pohon mangga. Apabila populasinya berkembang lebih banyak lagi, dimungkinkan pindah ke jenis pohon lainnya. Untuk memutus mata rantai populasinya, katanya, Dinas Pertanian mulai memberantasnya dengan menyemprotkan cairan insektisida di sejumlah pohon yang dijadikan sarang ulat bulu. Ia juga berharap, masyarakat turut serta memberantas dengan berbagai cara, karena populasi ulat bulu yang berasal dari generasi kedua sulit diberantas. Meningkatnya populasi ulat bulu ini, diduga karena disebabkan oleh anomali cuaca.

Sementara itu, Kepala Desa Jati Kulon Sugeng Prasetyo mengungkapkan, serangan ulat bulu di desanya tersebar di tiga RT, meliputi RT 1, 2 dan 3 kesemuanya di Rw 3 dengan cara menempel di pohon mangga. Sedang jumlah pohon yang diserang, ada 11 pohon yang merupakan milik 11 warga yang tersebar di tiga RT. Pada malam hari, ulat bulu tersebut beraktivitas mencari makan, sehingga sebagian ulat ada yang masuk hingga teras rumah warga. Dan pada siang hari, sebagian besar ulat bulu menempel di pohon mangga.

Untuk memutus mata rantai populasinya, lanjut Sugeng, lima warga berinisiatif memotong pohon mangga. Salah seorang warga, Edi Sutaryo mengungkapkan, serangan ulat bulu berawal dari pohon mangga milik tetangga dua minggu yang lalu. Dan terus menyebar ke beberapa pohon milik tetangganya. (Roy Kusuma).

Sumber: www.radiosuarakudus.co.cc

Pesona Batik Kudus Wakili Identitas Indonesia di Mata Dunia

(Berita Daerah-31/03/11), Batik adalah karya budaya yang mewakili identitas Indonesia di mata dunia. Dalam selembar kain batik, terpapar identitas budaya dan sejarah sebuah daerah atau kota. Ada ribuan jenis dan motif batik yang lahir dan berkembang di banyak daerah di Indonesia. Salah satunya adalah Batik Kudus.

Kota Kudus selama ini dikenal sebagai kota industri rokok kretek. Tidak banyak yang mengetahui bahwa di kota kecamatan yang terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini, memiliki tradisi batik cukup tua yaitu Batik Kudus.

Foto:rimbalaut/beritadaerah
Dalam upaya untuk melestarikan dan mengaktualisasikan batik kudus, Perkumpulan Rumah Pesona Kain, bekerja sama dengan Djarum Apresiasi Budaya menyelenggarakan kegiatan dengan tema "Pesona Batik Kudus".

“Program ini adalah wujud dukungan penuh Djarum Apresiasi Budaya terhadap upaya-upaya pengenalan, pengembangan dan pemeliharaan warisan luhur kebudayaan Indonesia, diantaranya batik kudus” ujar Renitasari, Program Director Bakti Budaya - Djarum Foundation kepada beritadaerah.com.

Foto:rimbalaut/beritadaerah
Beragam kegiatan akan mewarnai peluncuran program "Pesona Batik Kudus" ini. “Pada kesempatan ini  Perkumpulan Rumah Pesona Kain akan menampilkan  batik Kudus hasil karya perajin Youke Yuliantaries   & Frico Desriandi dengan perancang busana Barli Asmara, serta karya perajin Yuli Astuti dengan perancang busana Inne S. Nurbani. Acara ini selain menampilkan Batik Kudus dengan motif “Warna Warni Daun Tembakau”, juga menampilkan replika Batik Kudus Kuno. Untuk melengkapi acara ini juga diselenggarakan demonstrasi membatik, pameran dan bazaar batik Kudus, serta dihidangkan kuliner tradisional khas Kudus, “jelas Ketua Pembina Perajin Perkumpulan Rumah Pesona Kain, Ade Krisnaraga Syarfuan.

Selain mendukung pelaksanaan program "Pesona Batik Kudus", kontribusi Djarum Apresiasi Budaya terhadap pelestarian Batik Kudus dan pembinaan perajin Batik Kudus, dapat ditandai dalam event HUT PT. Djarum yang ke-60 pada tanggal 21 April 2011 nanti. Hari itu, sekitar 70.000 karyawan Djarum akan memakai busana dengan motif Batik Kudus.

Batik Kudus dipilih karena sangat unik, baik dalam warna maupun corak. “batik yang digunakan oleh seluruh karyawan PT. Djarum menggunakan motif kapal kandas, motif tersebut merupakan motif yang diambil dari sejarah kapal dampo awang milik sampokong yang kandas di gunung muria. Kapal tersebut membawa rempah-rempah yang berkhasiat sebagai obat-obatan yang sekarang tumbuh subur di gunung muria. Cengkeh, daun tembakau dan alat pelinting rokok sebagai simbol Kudus merupakan kota kretek,”ujar Yuli Astuti, perajin yang membuat desain batik karyawan PT. Djarum kepada beritadaerah.com.

Dikalangan pecinta kain, Batik Kudus dikenal sebagai batik peranakan yang halus dengan Isen-isen (isian dalam ragam pola utama) rumit sebagaimana umumnya batik Jawa Tengah. Diantara isen-isen yang dikenal dalam Batik Kudus adalah isen gabah sinawur, moto iwak, mrutu sewu dan lain sebagainya.

Foto:rimbalaut/beritadaerah
Batik Kudus juga dikenal dengan warna-warna sogan (kecoklatan) dengan corak tombak, kawung atau parang. Tetapi juga dihiasi dengan buketan (rangkaian bunga) dengan imbuhan pinggiran lebar, taburan kembang, kupu-kupu dan burung dengan warna-warna cerah seperti umumnya batik pesisiran.

Pengakuan dan pengukuhan UNESCO para Oktober 2009 yang menempatkan batik sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia (Intangible Cultural Heritage of Humanity), menjadi momen bagi para pecinta batik untuk membangkitkan kembali tradisi batik di Kudus. Diantaranya seperti yang dilakukan oleh Perkumpulan Rumah Pesona Kain yang dalam dua tahun terakhir ini aktif melakukan pembinaan terhadap para perajin Batik Kudus, juga mempromosikan karya-karya Batik Kudus agar lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

Disamping itu program pembinaan Perkumpulan Rumah Pesona Kain terhadap perajin Batik Kudus juga diwujudkan dengan membuka “Galeri Batik Kudus” di Jl. Garut No. 23, Menteng, Jakarta Pusat. “Galeri ini menampilkan beragam motif Batik Kudus. Lewat galeri ini diharapkan Batik Kudus semakin baik kualitasnya dengan harga yang terjangkau sehingga dikenal dan diapresiasi oleh para pecinta kain Indonesia,” ujar Miranti H. Serad Ginanjar, Pembina Perajin Batik Kudus Rumah Pesona Kain.
 
(rimbalaut/RL/beritadaerah)